Showing posts with label Umum. Show all posts
Showing posts with label Umum. Show all posts

Monday, November 9, 2015

Syarat Diterimanya Istighfar



Agar diterima dalam memohon ampunan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang yang memohon ampunan. Di antara firman Allah yang secara menyeluruh meletakkan syarat-syarat dalam memperoleh ampunan dari dosa-dosa adalah ayat berikut :

واني لغفار لمن تاب وامن وعمل صالحا ثم اهتدى

"Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar." (QS. Thaahaa : 82)

1. Syarat pertama adalah bertaubat, dengan cara-cara sebagai berikut:

  • Meninggalkan kemaksiatan yang dilakukannya
  • Menyesali perbuatannya
  • Bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi selama-lamanya
  • Jika terkait dengan hak-hak orang lain maka hendaklah ia mengembalikannya kepada yang memilikinya
Taubat adalah satu-satunya perbuatan yang dapat menyebabkan semua dosa-disa diampuni. Taubat dapat menghapus apa yang datang sebelumnya atau dosa-dosa terdahulu. Allah mengampuni dosa orang-orang yang bertaubat meskipun sebanyak buih di lautan, sebagaimana firman Allah Swt :

قل يا عبادي الذين اسرفوا على انفسهم لا تقنطوا من رحمة الله ان الله يغفر الذنوب جميعا انه هو الغفور الرحيم

"Katakanlah: "Hai hamba-hambaku-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar : 53)

2. Syarat kedua, seseorang yang memenuhi persyaratan Allah dalam bertaubat adalah orang yang sungguh-sungguh beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya, dan beriman kepada seluruh rukun iman.

3. Syarat ketiga bagi seseorang yang memohon ampunan Allah adalah orang yang beramal saleh. Ia melakukan kesalahan itu setelah bertaubat, baik itu berupa kesalehan pribadi maupun sosial.

4. Syarat keempat adalah tetap berada di jalan yang benar. Orang yang bertaubat tetap teguh di jalan yang benar, tidak memutuskannya dan tidak berpaling darinya. Dia tetap di atasnya sampai ia meninggal. Barangsiapa yang melakukannya, Allah akan mengampuni dosanya dan menutupi kesalahannya. Dia adalah salah satu di antara orang-orang yang mendapatkan ampunan Allah Ta'ala.

Inilah cara terbaik dalam memohon ampunan seorang hampa kepada Rabb-nya. Oleh karena itu, kita harus menempatkan betapa pentingnya untuk menghafalkan surat Thaahaa ayat 82 di atas, dengan memahami maknanya dan beramal atasya.

-

Saturday, November 7, 2015

Bahaya Berzina




Jangan dikatakan bahwa zinta atau disebut juga selingkuh sebatas pandangan mata itu masalah sederhana, karena setiap permasalahan besair itu pasti berawal dari sesuatu yang kecil. Sama halnya dengan perbuatan zina besar, pada awalnya zina-zina yang dilakukan itu zina kecil yang dibiarkan begitu saja yang akhirnya menjadi sarana menuju zina besar. 

Oleh karenanya Allah Swt berfirman, 
ولا تقربوا الزنا انه كان فاحشة وساء سبيلا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra' : 32)

Ayat tersebut digunakan Allah Swt sebagai warning pada ummatnya agar jangan sekali-kali mendekati zina, seperti halnya selingkuh dari pandangan mata, SMS mesra, dsb, karena selingkuh itu akan membawa kita pada perzinahan. Karena itu menjauhlah dari perbuatan zina, karena zina sangat banyak bahayanya.

Sedangkan bahayanya dengan sumber kitab Khatarul Jarimah Al-Khuluqiyah, karya Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al-Jarullah :


  • Mengurangi agama seseorang
  • Mengurangi sifat cemburu
  • Merusak kehormatan dan harga diri
  • Mendapat murka Allah Azza wa jalla
  • Menghitamkan wajah dan menjadikannya gelap
  • Menggelapkan hati dan hilangnya cahayanya
  • Mengakibatkan kefakiran terus-menerus
  • Mendapat kegelisahan hati 
  • Hilangnya kewibawaan. Wibawanya akan dicabut dari hati keluarga, teman-temannya dan yang lain
  • Menghilangkan kesempatan dirinya untuk mendapatkan kenikmatan bersama bidadari di tempat tinggal indah di surga
  • Merusak nasab (keturunan)
  • Menyebabkan tersebarnya wabah penyakit berbahaya, tha'un (lepra) dan tersebarnya penyakit kelamit yang sulit diobati, minimal penyakit syphilis
  • Mendorong pelakunya agar durhaka kepada orang-tua, memutus kekerabatan, bisnis haram, menzhalimi orang lain dan menelantarkan istri dan keluarga
  • Membuka peluang bagi keluarganya untuk terjerumus dalam perbuatan serupa
  • Menyebabkan balasan amal shalihnya hilang sehingga ia bangkrut di hari kiamat
  • Dihadapkan pada orang yang istrinya dizinahi untuk diambil pahala kebaikannya sesuka sang suami sehingga tidak tersisa kebaikan sedikitpun di hari kiamat


Dengan begitu luar baisanya bahaya yang timbul seperti di atas karena perbuatan zina tentunya akan membuat orang yang akan berselingkuh berfikir berkali-kali, karena memang mempawa pada perzinahan.

-

Manfaat Membaca Al-Qur'an setelah Maghrib dan Subuh


Tahukah Anda? Ternyata Membaca Al-Qur'an Setelah Maghrib & Subuh Itu Manfaatnya Luar Biasa , Menurut hasil penelitian, ternyata membaca Al-Qur’an setelah waktu sholat Maghrib dan Subuh itu dapat : "Meningkatkan Kecerdasan Otak sampai 80 %. "
Hal ini karena disana ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari.
Disamping itu, ada tiga aktivitas sekaligus, yakni membaca, melihat dan mendengar.
Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang itu kuat ingatan atau hafalannya, diantaranya:
1. Menyedikitkan makan
2. Membiasakan melaksanakan ibadah shalat malam
3. Dan membaca Al-Qur’an sambil melihat kepada mushaf
Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat manusia, dan juga memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Kitab Suci Al-Qur’an.
Selain itu, membaca Al-Qur’an juga mendatangkan pahala dari Allah SWT.
Dokter ahli jiwa, Dr. Al Qadhi melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat (AS) berhasil membuktikan bahwa hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, maka seorang Muslim itu, baik mereka yang bisa berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan sebagai berikut:
1. Fisiologis yang sangat besar terhadap
penurunan depresi dan penurunan kesedihan
2. Memperoleh ketenangan jiwa
3. Menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yg dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya.
Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik.
Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bahwa membaca Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97 % dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika.
-

Saturday, October 31, 2015

Di Antara Kerugian Meninggalkan Sholat

Alhamdulillah kita masih bisa bertemu lagi, kali ini Topik Islam akan memberikan beberapa kerugian jika meninggalkan shalat. Mau tahu? Lihat di bawah ini!

( Saat di Dunia )
1. Jika kamu tak mau shalat, Allah akan mencabut keberkahan dari umurmu.
2. Jika kamu tak mau shalat, kegelapan selalu nampak di wajahmu.
3. Jika kamu tak mau shalat, segala amal baikmu tak akan diganjar oleh Allah.
4. Jika kamu tak mau shalat, doamu tak akan diangkat ke langit.
5. Jika kamu tak mau shalat, doa-doa kebaikan orang untuk dirimu tak akan dikabulkan.
6. Jika kamu tak mau shalat, seluruh makhluk di dunia ini murka kepadamu.

( Saat Kematian )
1. Jika kamu tak mau shalat, kamu akan mati terhina.
2. Jika kamu tak mau shalat, kamu akan mati dalam kondisi kelaparan.
3. Jika kamu tak mau shalat, kamu akan mati dalam kondisi kehausan walaupun kamu diberi minum lautan dunia.

( Di Alam Kubur )
1. Jika kamu tak mau shalat, kuburmu sempit sehingga meremukkan tulang belulangmu.
2. Jika kamu tak mau shalat, kuburmu akan terbakar dan engkau berguling-guling di atas bara api siang dan malam.
3. Jika kamu tak mau shalat, engkau akan ditemani 5 ekor ular besar yang selalu menyiksamu karena sebab meninggalkan shalat Shubuh sampai masuk shalat Dzuhur, ular-ular tersebut terus menyiksamu karena meninggalkan shalat Dzuhur sampai masuk shalat Ashar, dan seterusnya.

( Pada Hari Kiamat )
1. Jika kamu tak mau shalat, mukamu akan disungkuran ke bara api neraka.
2. Jika kamu tak mau shalat, Allah akan memandangmu dengan pandangan marah di waktu hisab sehingga daging-daging d wajahmu akan rontok berjatuhan.
3. Jika kamu tak mau shalat, kamu akan dihisab dengan hisab yang keras dan Allah akan memerintahkanmu diseret ke neraka.
Jika demikian, apakah kamu masih tetap tak mau shalat?
Semoga kita dan keluarga diberikan Taufiq agar istiqomah dalam ibadah mendirikan shalat, dan generasi berikutnya hingga akhirzaman, semoga mereka umat Islam yang belum mau shalat dijadikan hatinya selalu disiplin mendirikan shalat, 

Aamiin Yaa Robbal 'alamiin.

Saturday, October 17, 2015

Peran Bunda Shalehah dibalik Para Imam Madzhab


Imam Mahzab adalah seorang ulama besar dimana menjadi rujukan ulama-ulama beberapa generasi, karena kedalaman ilmu, hafalannya yang kuat, dan keshalihannya yang terkenal didepan Umat mereka bukan ulama sembarangan yang mudah muncul sepanjang zaman, karena besar kealimannya dan keteguhannya memegang Agama. Bicara Imam Mahzab, seperti halnya disini Imam Syafi'ie yang dijadikan rujukan kebanyakan umat Islam Indonesia, nah sekarang yang kita kaji ialah bagaimana mereka menjadi manusia hebat ?
Ternyata ada peran besar Bunda yang shaleh dibalik pendidikannya, Bunda shaleh bila menjadi tiang negara maka negara akan kokoh. Namun berbeda kalau dengan bunda yang salah.
Sang penulis buku ialah Ulama Dari Kuwait , Dr Tariq Suwaidan penulis Biografi 4 Imam Mazhab menuliskan Kisah besarnya peran seorang ibu bagi proses Pendidikan Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad.

( Ibu Imam Malik )
Pada Masa Kecilnya Imam Malik Memiliki kecenderungan kepada seni. Ibunyalah yang telah membuat Imam Malik meninggalkan dunia lagu dan musik beralih kedunia ilmu hingga akhirnya menjadi Ulama Fiqih yang ilmunya terus bermanfaat hingga saat ini.
Imam Malik Menuturkan :
Pada Masa kecilku,aku sangat menyukai para penyanyi. Ibuku tahu aku sangat gandrung dengan nyanyian, tapi ia merasa bahwa teladan yang kuidamkan tidak tepat dan tidak benar. Ia pun memalingkan aku dari lagu-lagu itu. ia berpesan, “Seorang penyanyi, jika ia buruk rupa, maka lagunya tidak akan dilihat dan didengarkan. Karena itu tinggalkanlah lagu dan tuntulah ilmu fikih!”
Imam Melanjutkan :
Aku pun akhirnya meninggalkan para penyanyi itu dan mengikuti para fukaha sehinggal Allah mewujudkan cita-citaku seperti sekarang.
Pada suatu hari ibuku datang membawakan pakaian kebesaran para ulama.ia mengenakanya untukku dan memasanggkan kopiah di kepalaku. Ia memasangkan balutan di kopiah itu, lalu menarikku seraya berkata, “Sekarang, pergilah!” Ia menunjukkan kepadaku seorang Ulama.
Ternyata Pendidikan seorang ibu sang imam tidak hanya sebatas memotivasi anaknya untuk menjadi Ulama, bahkan sang ibu juga memberikan pengarahan dalam proses Pendidikan sang Imam.
Sang Ibu Berpesan kepada Imam Malik, “Pergilah ke tempat Rabi’ah, pelajari akhlaknya sebelum kau mempelajari ilmunya.” Sungguh pengarahan yang luar biasa dari seorang ibu yang mulai. Ia paham bahwa sang anak harus mengutamakan akhlak di atas ilmu.

( Imam Syafii dan Ibu yang Cerdas )
Ibunda Imam Syafi’I adalah seorang Ahli ibadah yang cerdas. Kecerdasan Beliau tampak ketika ia menjadi salah seorang saksi di pengadilan Makkah bersama seorang saksi perempuan lain dan seorang saksi laki-laki. Ketika hakim ingin memisahkan antara kesaksian dua orang perempuan tersebut. Akan tetapi, ibunda imam Syafi’I berseru, “ Kau tidak layak melakukan hal itu karena Allah telahberfirman, Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang laki (diantara kalian). Jika tak ada dua orang lelaki maka boleh seorang laki-laki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kalian ridai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkanya ( Al-Baqarah : 282).” Akhirnya sang hakim menarik kembali pendapatnya.
Peran Ibunda Imam Syafi’I terhadap dirinya sangatlah besar. Seperti Imam Malik , Imam Syafi’I juga mendapat banyak pengarahan dari sang ibu dalam hal menuntutilmu. Ibunya selalu membimbing Syafi’I untuk terus mearih ilmu dengan mengirimnya dari Gahaza ke Makkah.Sang ibu mengirim Syafi’I agar dapat hidup tidak jauh dari pusat ilmu kala itu.
Ibunda Syafi’I juga menyiapkan seluruh perbekalan perjalanan sang imam menuju Makkah. Dikisahkan oleh Al Baghdadi dalam Tarikh Baghdad, Syafi’I pernah berkata, “Ibuku Mempersiapkan segalanya untuk perjalananku ke Makkah. Aku pun berangkat kesana. Ketika itu aku masih berumur sekitar sepuluh tahun. Aku menetap dirumah salah seorang kerabatku dan mulai menuntut ilmu di sana.” Kondisi Imam Syafi’I yang tumbuh dalam keadaan yatim, menjadikan sang Ibu adalah Murabbi pertamanya.

( Prioritas Ibu Imam Ahmad )
Ibu Imam Ahmad bernama Shafiyyah. Shafiyyah sangat memperhatikan putra yatimnya, Ahmad. Shafiyyah memilih tetap menjanda pada usianya yang terbilang muda demi mengasuh Ahmad. Pada saat itu mayoritas perempuan Arab bila ditinggal mati suaminya, cenderung untuk menikah lagi demi menjaga kehormatan dan nama baiknya. Bahkan sudah menjadi tradisi wanita ditinggal mati suami atau dicerai , harus segera menikah lagi. Tetapi berbeda dengan mayoritas perempuan Arab. Shafiyyah bertekad untuk totalitas mengasuh putranya yang kelak akan menjadi Imam Besar Sepanjang Zaman. Ketika ditinggal Suami , Shafiyyah masih berusia 30 Tahun.
Kasih sayang dan perhatian penuh yang diberikan oleh sang ibu, telah mendidik Ahmad tumbuh menjadi seorang Pemuda yang berbakti kepada orang tuanya. Pernah suatu ketika Ahmad menolak menyebrangi sungai Tigris untuk sekedar menerima hadis bersama teman-temanya dari Jarir ibn AbdulHamid, Ulama Ahli rakyu. Saat teman-temanya mengajaknya, Ahmad mengatakan “Ibuku tidak mengizinkanku melakukannya.” Padahal, ketika itu umur Ahmad sudah 22 tahun.
Dalam Menuntut Ilmu Ahmad selalu mengutamakan mendapat ridha dari sang ibu. Karena beliau tahu mendapatkan Ridha sang Ibu adalah sunnah Rasulnya. 

Dari Abdullah bin ‘Amr beliau berkata; Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda; Ridha Allah pada ridha orangtua dan murka Allah pada murka orangtua. (HR. Al-Baihaqi)
Kehebatan para Imam Madzhab ternyata tak lepas dari kehebatan Murabbi mereka yaitu, kontribusi para ibunda. Karena ibu adalah madrasah pertama pendidikan seorang anak. Kita dapat mengambil pelajaran dari ibu para imam bagaimana mendidik seorang anak. Seperti imam Malik & Imam Syafi’i yang diberi arahan oleh sang ibu dalam menuntut ilmu. Mereka dipersiapkan perbekalanya dalam mengarungi samudra ilmu yang sangat luas. Seorang ibu juga harus memberikan prioritas hidupnya mendidik sang anak layaknya ibu Imam Ahmad. karena setiap ibu harus paham, mendidik anak bukanlah sambilan tetapi keutamaan.
Sudah sepantasnya seluruh umat Islam mulai memperhatikan peran ibu dalam mendidik sang anak. Pengadaan sekolah calon ibu, sekolah pra Nikah yang mulai gencar saat ini adalah suatu kemajuan yang patut disyukuri dan ditindak lanjuti. Seperti apa yang penulis tuliskan diawal “Pendidikan di sekolah hanyalah sementara , sedangkan pendidikan dari seorang ibu adalah selamanya.”

Inilah Mengapa Tidur Pagi Tidak Diperbolehkan



    Saudaraku, orang-orang sholih terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur yaitu bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan, “Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan.


Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :
  • Tidur ketika sangat butuh,
  • Tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-,
  • Tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore-. Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu ‘Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.

Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)
Diantara kerugian yang ditimbulkan :
  • Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah.
  • Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.
  • Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.
  • Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya. Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.
  • Menghambat datangnya rizki.

Ibnul Qayyim berkata, “Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat.” (Zaadul Ma’ad, 4/378)

Tuesday, October 13, 2015

Pengaruh Dahsyatnya Al-Qur’anul Karim





Marilah kita sampakan puji dan syukur bagi Allah yang masih membuat jantung kita masih berdetak hingga saat ini. Dan bersyukurlah! Atas nikmatNya yang sangat dahsyat. Shalawat serta salam mari kita panjatkan atas junjungan kita semua, Nabi Muhammad Saw. yang telah membawa kita ke luar dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang saat ini. Semoga kita diberikan syafa’atnya pada Hari Akhir kelak, Aamiin.
    Yaa Ikhwaati... Perlu diketahui, Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad. Al-Qur’an juga satu-satunya mukjizat yang bertahan hingga sekarang. Selain sebagai sumber kebahagiaan di dunia dan akhirat, al-Qur’an juga merupakan sumber ilmu pengetahuan yang tidak pernah mati. Jika dicermati, kebanyakan ilmu pengetahuan yang saat ini berkembang, sejatinya telah Allah tuliskan dalam al-Qur’an.
    Ayat al-Qur’an yang pertama kali diturunkan menunjukkan dasar ilmu pengetahuan adalah surat Al-‘Alaq ayat 1-5,
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Qs. Al-‘Alaq: 1-5)
Dalam ayat ini, sudah jelas kita dianjurkan untuk belajar melalui baca-tulis, menuntut ilmu yang ada dalam al-Qur’an, meneliti lebih jauh tentang ilmu pengetahuan yang sudah Allah ajarkan dalam al-Qur’an. Jika kita cermati, dengan membaca al-Qur’an, maka akan kita menemukan banyak ilmu pengetahuan tentang alam semesta yang tak terkira.
Contohnya, dalam surat Yunus ayat 5 yang menyampaikan tentang ilmu perbintangan.
“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan oleh-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (Qs. Yunus: 5)
    Namun ternyata kita membaca Al-Qur’an saja sebenarnya tidak cukup, atau bisa disebut hanya sampai di tenggorokan, sementara yang membaca tidak mengamalkan isi Al-Qur’anul Karim. Antum semua pasti ingin hebat, bukan? Sudah terjamin jika kita mengamalkan isi Al-Qur’an, jiwa maupun ruh kita akan menjadi dahsyat sebagaimana Rasulullah! 

Mengapa? Karena Al-Qur’an itu merupakan Al-Huda yang artinya ‘Pemberi Petunjuk’ dan sudah pasti yang mengikuti petunjuk akan berakhir dengan jalan yang lurus.

Jangan dikira!.. Sudah banyak peneliti yang menjadi muallaf akibat meneliti keajaiban Al-Qur’an. Di antaranya hasil dari seorang peneliti, Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Penurunan depresi, kesedihan, ketenangan jiwa dan mengatasi berbagai macam  penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya.  Itulah bukti Al-Qur’an merupakan As-Syifa’.
Subhanallah Ya...

    “Bagaimana, saudara-saudara sekalian? Nah, terbukti kan bahwa pengaruh Al-Qur’an itu sangat Dahsyat?.. Mahabesar Allah dengan segala Kebesaran-Nya. Semua penjelasan tentang pengetahuan bisa kita dapat dalam al-Qur’an, andai kita mau memerhatikan dan mencerna lebih dalam atas ayat-ayat yang diturunkan.”

Itu saja yang dapat saya tulis, semoga bermanfaat bagi kita semua, OK?!
Sekarang, apakah antum sudah siap untuk menjadi muslim yang dahsyat? Hanya sebuah pesan, janganlah suka menunda-nunda pekerjaan dan ingatlah bahwa ajal menjemputmu kapanpun! Bisa saja 10 detik lagi atau malam nanti di waktu tidur...  
Semoga di tahun baru ini, amal-amal salah kita menjadi amal sholeh, kemungkaran menuju kebaikan dan banyak lagi dari yang buruk menjadi sebaliknya, yaitu baik.
Aamiin...

-
Penulis : Fariz Muhammad A.     

Saturday, September 19, 2015

Salam Jangan Disingkat!



Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Salam dalam Islam (Assalamualaikum / السلام عليكم / as-salāmu `alaykum) adalah sebuah sapaan yang didalamnya terdapat doa keselamatan, 

Assalamualaikum ini artinya adalah semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa. Ibnu Al-Arabi di dalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’anmengatakan bahwa Salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan berarti "Semoga Allah menjadi Pelindungmu", dengan dasar ini mari kita sejenak mengupas tata cara salam dalam Islam yang baik dan benar, karena tidak sedikit saya secara pribadi banyak sekali menemukan kesalahan-kesalahan dalam penyampaian salam, dan tidak menutup kemungkinan juga kita secara tidak disadari pernah menyampaikan salam yang salah, jadi mari kita evaluasi bersama-sama mengenai salam ini.Rasulullah SAW memberi salam kepada keluarganya, sahabatnya, dan pada seluruh umat muslim dengan Lafadz "Assalamualaikum" dan dalam menjawab salam rasulullah memakai lafadz "Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Dengan demikian sudah sangat jelas salam yang benar berdasarkan dengan apa yang diajarkan rasulullah adalah memberi salam dengan "Assalamualaikum" dan menjawab salamdengan "Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh", sebagai umat muslim yang baik sudah sepantasnyalah kita mengikuti cara penyampaian salam yang benar dari Rasulullah SAW. Dikehidupan sehari-hari, kita sering menemukan orang yang berkirim-kirim salam atau menitipkan salam kepada temannya, sahabat, rekan, keluarga dan yang lainnya melalui seorang perantara baik itu melalui temannya teman kita, sahabatnya sahabat kita dan yang lainnya bahkan saya juga yakin kita semua pernah melakukan hal tersebut, tapi tahukah anda bahwa kita sering sekali melakukan kebiasaan kirim salam / titip salam dengan cara yang salah yaitu seperti ini : "Tolong sampaikan salam saya kepada si fulan" atau"Salam ya ke si fulan" atau "Salamin ya ke si fulan" dan dengan berbagai gaya bahasa lainnya, padahal cara yang benar dalam mengirimkan salam / menitipkan salam melalui seorang perantara adalah seperti ini : "Tolong sampaikan salam Assalamualaikum kepada si fulan", atau"Salam assalamualaikum ya ke si fulan" atau "Salamin assalamualaikum ke si fulan". intinya dalam megirimkan/menitipkan salam kita harus jelas menyebutkan Assalamualaikum dalam kata-kata titipan salam kita tersebut. 

Kemudian kesalahan lain yang sering terjadi dan mungkin tanpa kita sadari juga  yaitu dalam penyingkatan salam "Assalamualaikum" dalam penulisan SMS, chatting, surat, email dan lainnya, kita tidak bisa seenaknya saja mempersingkat salam "Assalamualaikum" ini kenapa demikian? 

Karena sesuai dengan yang saya utarakan diawal  bahwa salam dalam islam adalah sapaan yang didalamnya terdapat doa keselamatan, Penyingkatan yang salah dalam kebiasaan kita adalah seperti ini : "As", "Ass", "Akum", "Askum", "Ass. Wr.Wb", "Mikum", "Samelekom" dan masih banyak lagi penyingkatan salam dengan gaya dan bahasa gaul lainnya yang kesemuanya itu malah menjadikan salam "Assalamualaikum" menjadi berubah arti dan makna seperti "As(dalam bahasa inggris)" malah memiliki arti "sebagai", "Ass(dalam bahasa inggris)" memiliki arti yang sangat parah yaitu keledai, orang bodoh dan (maaf) pantat.

Lalu "Akum(gelar untuk orang-orang yahudi)" adalah singkatan dari "Avde Kokhavim U Mazzalot" yang artinya "Hamba-hamba binatang dan orang-orang sesat", jelas sekali penyingkatan yang tertera diatas sangat jauh dari makna doa keselamatan dalam "Assalamualaikum". 

Lalu apakah sebenarnya kita ini boleh mempersingkat salam "Assalamualaikum" dalam penulisan? tentu saja boleh tapi dengan penyingkatan yang benar yaitu "As Salam", bukan penyingkatan yang seperti diatas telah diuraikan, "As-Salaam" adalah singkatan yang benar dari "Assalamualaikum", As-Salaam(Maha Sejahtera) adalah satu dari Nama-nama Agung Allah SWT dalam surat Al-Hasyr ayat 23. Satu lagi kesalahan dalam pengucapan salam yang terkadang sekilas ini seperti benar, bahkan tidak sedikit pula yang mengucapkan salam ini adalah orang-orang yang bertitle Haji, hajah, ustad dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya, atau mungkin kita juga pernah mengucapkannya, seperti apakah pengucapan salam yang salah tapi seperti benar itu? yaitu salam "Assalamualaikum" yang ditambahkan kata "Ta'ala", saya yakin kita semua pasti pernah mendengar pengucapan "Assalamualaikum" dengan ditambahkan kata "Ta'ala", biasanya diucapkan seperti ini "Assalamualaikum warahmatullahi ta'ala wabarakatuh", sekilas pengucapan salam seperti itu terdengar begitu bagus dan terdengar begitu benar, padahal ini adalah salah, berdasarkan kitab Al-Adzkar - Imam Nawawi, nabi besar kita Muhammad Saw telah mengajarkan kita cara salam sesama umat islam dengan 3 ucapan salam yaitu : 

1. Assalamualaikum 
2. Assalamualaikum Warahmatullah 
3. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 
Cara Memberi salam sesama umat islam ini ada dalam hadist dan merubah hadist hukumnya adalah pancung. disinilah kenapa menambahkan "Ta'ala" dalam salam "Assalamualaikum" adalah salah. 

Semoga Kutipan Ini Dapat Bermanfaat, jika ada kesalahan kata atau bahasa saya minta maaf, kesalahan datangnya dari manusia, dan kebenaran datangnya dari Allah Swt. 

Assalamualaikum..

Saturday, August 1, 2015

Ghibah Yang Dibolehkan


Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,



Menceritakan ‘aib orang lain tanpa ada hajat sama sekali, inilah yang disebut dengan ghibah.
Karena ghibah artinya membicarakan ‘aib orang lain sedangkan ia tidak ada di saat pembicaraan. ‘Aib yang dibicarakan tersebut, ia tidak suka diketahui oleh orang lain.

Dalam Qs. Al Hujurat ayat 12, digambarkan bahwa orang yang melakukan ghibah, sama halnya memakan daging saudaranya sendiri,

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Namun, tahukah Saudara seperti apa ghibah yang diperbolehkan? 

Berikut adalah uraian dari Imam Nawawi dalam kitab Riyadhussolihin, hlm. 525 dan Al-Adzkar, hlm 1/341,

1. Orang yang teraniaya. 
  1. Ia boleh melaporkan orang yang menganiaya atau menzaliminya ke pihak yang berwajib.
2. Meminta tolong pada pihak yang memiliki kekuasaan atau 
kekuatan untuk merubah kemungkaran dan menolak kemaksiatan yang dilakukan seseorang.

3. Konsultasi agama untuk mendapat solusi. 
  1. Seseorang yang bertanya soal agama boleh menerangkan masalahnya walaupun harus membicarakan orang lain di situ. Sebagai contoh istri cerita pada seorang ulama tentang suaminya yang suka berzina atau berjudi.
4. Memperingati seorang muslim atau lebih dan menasihati mereka agar tidak lagi melakukan perbuatan dosa yang sudah dilakukan.

5. Orang yang menampakkan perbuatan dosanya seperti suka minum miras atau narkoba di depan publik. Maka, boleh memperbincangkan perilakunya itu. Tapi tidak boleh membahas perbuatan dosa lain yang disembunyikan.

6. Panggilan umum. Apabila ada orang yang memiliki julukan tidak bagus tapi dia dikenal dengan julukan tersebut, maka boleh menyebut dengan panggilan tersebut. Seperti Si Pesek, Si Buta, Si Bisu, dll dengan niat memanggil, bukan dengan niat menghina.
Demikian, mudah mudahan bermanfaat. Dan menjadi tambahan pengetahuan kita semua. 

--------------------------

Ghibah dan Pencegahnya



Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh

Apa ghibah itu? 


Ghibah adalah membicarakan orang dengan hal yang tidak disukainya seandainya ia mendengar, baik tentang kekurangan yang ada pada badan, nasab (keturunan), akhlak, perbuatan, perkataan, agama, dunianya, bahkan pakaian, rumah dan kendaraannya.

Al Qur'an mengibaratkan orang yang suka menggunjing, seperti orang yang memakan daging saudaranya sendiri. Begitu juga dengan orang yang mendengar ghibah. Ia tidak terbebas dari dosa kecuali dengan mengingkari secara lisan atau dengan hatinya. 


Seperti sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tabhrani, 



Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya yang sedang dipergunjingkan, maka Allah akan membebaskannya dari api neraka.

HAL YANG MENDORONG GHIBAH

Harus diakui bahwa perempuanlah yang paling suka ngobrol ngalor-ngidul. Dan kadang (bahkan sering) obrolan itu menjurus kepada ghibah. Menurut para pakar psikologi, perempuan cenderung emosional dibandingkan pria. Hal-hal yang sangat peka begitu mudah menyentuh emosi dan mempengaruhi perempuan. 


Sedangkan gosip adalah pembicaraan menyangkut nasib orang lain yang bisa membuat perasaan kaget, miris, atau juga benci. Nah, disitulah emosi kaum hawa terpancing. Tapi, bukan berarti pria terbebas dari gosip lho!

Imam Al Ghazali dalam bukunya Mensucikan Jiwa, menyebutkan beberapa faktor yang mendorong ghibah. 



Pertama, melampiaskan kemarahan. 


Jika sedang marah, orang dengan mudah menyebutkan keburukan-keburukan. Jika seseorang itu tidak memiliki keberagamaan yang kuat maka ia tak akan mampu mencegah perbuatan ghibah itu.

Kedua, menyesuaikan diri dengan kawan-kawan, dengan berbasa-basi dan mendukung pembicaraan mereka walaupun pembicaraannya itu menyebut-nyebutkan aib orang.

Ketiga, ingin mendahului menjelek-jelekkan keadaan orang yang dikhawatirkan memandang jelek ihwalnya di sisi orang yang disegani.

Keempat, keinginan bercuci tangan dari perbuatan yang dinisbatkan kepada dirinya.

Kelima, ingin membanggakan diri. 


Mengangkat dirinya sendiri dan menjatuhkan orang lain. Misalnya ia berkata, "Si Fulan itu bodoh, pemahamannya dangkal dan ucapannya lemah."

Keenam, kedengkian. 


Bisa jadi ia mendengki orang yang disanjung, dicintai dan dihormati orang banyak, lalu ia menginginkan lenyapnya nikmat dari orang itu, tetapi tidak mendapat jalan kecuali dengan mempermalukan orang tersebut di hadapan orang banyak.

Ketujuh, bermain-main, senda gurau dan mengisi waktu kosong dengan lelucon. 


Lalu ia menyebutkan aib orang lain agar orang-orang menertawakannya. Penyebab timbulnya hal ini adalah kesombongan dan ujub.

Kedelapan, melecehkan dan merendahkan orang lain demi untuk menghinakannya. Penyebabnya adalah sombong dan menganggap kecil orang lain.

KAFARAT GHIBAH


Orang yang menggunjing, sebaiknya segera sadar dan bertaubat serta menyesali perbuatannya agar terbebas dari hukuman Allah, kemudian meminta pembebasan dari orang yang digunjing agar terbebas dari tuntutan balasan kezaliman.

Dalam hadits shahih, diriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda, 



Siapa yang memiliki tuntutan kezaliman dari saudaranya menyangkut kehormatan atau harta maka hendaklah ia meminta pembebasannya sebelum datangnya hari dimana tidak ada dinar maupun dirham, tetapi akan diambil dari kebaikan-kebaikannya maka keburukan-keburukan saudaranya diambil lalu ditambahkan kepada keburukan-keburukannya.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Dawud secara musnad dan mursal, 

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda,


Pada malam ketika aku melakukan perjalanan malam (isra'), aku melewati suatu kaum yang mencakar wajahnya mereka dengan kuku mereka sendiri. Aku bertanya, 'wahai Jibril, siapakah mereka itu?' Jibril menjawab, 'mereka adalah orang-orang yang menggunjing dan mencela kehormatan orang lain

PENCEGAH GHIBAH
Semua akhlak yang buruk hanya dapat diobati dengan adonan ilmu dan amal. Obat setiap penyakit adalah dengan melawan penyebabnya. Sedangkan mengobati penyakit lidah bisa dilakukan dengan mengetahui beberapa hal,


1. Ghibah dapat mendatangkan kemurkaan Alloh,


2. Membatalkan kebaikan-kebaikan di hari kiamat,


3. Memindahkan kebaikan-kebaikan kita kepada orang yang digunjing sebagai ganti dari kehormatan yang telah dinodainya. Jika tidak memiliki kebaikan yang bisa dialihkan, maka keburukan orang yang digunjing itu akan dialihkan kepada kita,


4. Pelajarilah tentang nash berghibah niscaya lidah kita tidak akan melakuk ghibah karena takut kepada hukum Alloh,


5. Merenungkan cacat diri sendiri sehingga malu jika 
membicarakan orang lain,


6. Bahwa orang lain merasa sakit karena ghibah yang dilakukannya, sebagaimana dia akan merasa sakit bila orang lain menggunjingnya,


7. Setiap kali mendengar selentingan, cepatlah berkata kepada diri sendiri, apakah aku mendapat manfaat atau menyeritakan kembali hal ini kepada orang lain?


8. Kurangi nongkrong di tempat yang nikmat untuk bergosip,


9. Pujilah diri sendiri setiap kali berhasil menahan untuk tidak bergosip tentang suatu hal yang baru kamu ketahui,


10. Rajinlah membaca Al Qur'an, lalu salurkan bahan gosipmu dengan membahas sesuatu yang bermanfaat atau berdiskusi.


Semoga kita dijauhkan dari ghibah dan juga penyakit hati lainya
Aamiin, insyaAllah.


-----------------------------------------
Dikutip dari : http://facebook.com/khludiahItuIar

Friday, July 24, 2015

Cara Berbakti pada Orang Tua yang Sudah Tiada



Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,



Saat kedua orangtua masih hidup, birrul walidain bisa berupa mentaati perintah keduanya, memuliakan dan menunjukkan rasa sayang kepada keduanya, berbicara yang sopan, diam saat kedua berbicara, tidak membantah petuahnya, mengobatkan saat sakit, melindungi mereka saat terancam, dan memberikan bantuan baik fisik maupun harta saat keduanya membutuhkan. Sesungguhnya birrul walidain bukan saat meduanya masih hidup, tapi juga berlanjut saat keduanya sudah tiada. Apa saja bentuk berbuat baik kepada orangtua pasca keduanya tiada?
Dari Abu Usaid Malik bin Rabi'ah As-Sa'idiy, ia berkata : Pada suatu waktu kami duduk di samping Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dari Bani Salamah, lalu bertanya,

يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا؟ قَالَ نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا

Wahai Rasulullah, apakah masih ada kesempatan untuk aku berbuat baik kepada kedua orangtuaku setelah mereka meninggal?” Beliau menjawab, “Ya. Mendoakan dan memintakan ampunan untuk keduanya, melaksanakan janji keduanya sesudah meninggal, menyambung jalinan silaturrahim mereka dan memuliakan teman mereka. 
(HR. Abu Dawud, Ibnu Majjah, dan Ahmad)

Lima perkara yang hendaknya dilakukan anak untuk kedua orang tuanya yang sudah meninggal dunia, yaitu;

1. Mendoakan kebaikan untuk keduanya, termasuk di dalamnya melaksanakan shalat jenazah keduanya. Intinya memohon kepada Allah agar Allah merahmati keduanya. Dan ini bentuk amal baik kepada orang tua saat mereka masih hidup maupun sudah meninggal. Jika Allah merahmati berarti Allah melimpahkan semua bentuk kebaikan kepada keduanya dan menghindarkan berbagai keburukan dari keduanya.

2. Istighfar untuk keduanya; memohonkan kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa keduanya. Ini merupakan kebaikan paling utama sesudah mereka meninggal.

3. Menunaikan janji keduanya setelah meninggal, berarti melaksanakan wasiat keduanya. Maka bagi anak, baik laki-laki atau perempuan untuk melaksanakan wasiat keduanya jika sesuai syariat.

4. Memuliakan teman-teman keduanya; termasuk kawan karibnya, rekan kerjanya, kerabatnya keduanya. Seorang anak-anak menghormati dan memuliakan mereka, di antaranya dengan berkata sopan dan baik kepada mereka, menjenguk saat mereka sakit, membantuk saat kesusahan, member hadiah, dan semisalnya.

5. Menyambung silaturahim (hubungan kekerabatan) keduanya, yaitu berbuat baik kepada paman dan bibi dari jalur ayah maupun ibu, kerabat-kerabat mereka. Berbuat baik kepada mereka dan menyambung kekerabatan mereka termasuk memuliakan orang tua.



Dari bahasan ini dapat kita simpulkan bahwa anak muslim wajib berusaha memberikan kebaikan kepada orang tua dan menghilangkan bahaya dari keduanya, saat mereka masih hidup maupun sudah meninggal dunia. Karena mereka memiliki banyak jasa terhadap anak-anaknya saat si anak masih kecil, dirawat, disayang, dididik dan dibesarkan.

 Kewajban anak adalah membalas kebaikan mereka dengan kebaikan, pengorbanan dengan pengorbanan, khususnya terhadap ibu. 

Wallahu A’lam.

---------------------------------------
Dikutip dari : Ceramah Yusuf Mansur